Adinda Mawaddah Atlet Pencak Silat Peraih Emas di PORWILSU 2018

Medan, SiantarOnline.id - Atlet pencak silat asal kota Medan, Adinda Mawaddah, menambah perolehan medali emas kota Medan dalam ajang Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara (PORWISLU) yang dilaksanakan pada tanggal 5-8 Mei 2018 lalu.

Dinda berhasil membawa pulang emas setelah mengalahkan pesilat perwakilan dari Batu Bara. Pertandingan final tersebut ada di nomor tanding Kelas C Putri dan berlangsung di Langkat.
Seperti apa sosok seorang Adinda Mawaddah? Berikut beberapa fakta mengenai dirinya.

Satu Tahap Menggapai Impian

Bertarung di kelas C Putri bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan oleh Dinda. Pasalnya, ini merupakan langkah awal bagi Dinda untuk dapat menggapai impiannya mengikuti Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua.

Ada banyak perjuangan yang harus ia lakukan untuk Pekan Olahraga Wilayah tahun ini. Selain berlatih keras, ia juga harus membagi waktu dan pikirannya untuk menekuni pendidikan yang sedang dijalaninya agar tidak mendapatkan nilai yang buruk.

Namun, seluruh kerja kerasnya terbayar sudah ketika ia mendapatkan emas. Ia pun mengucap rasa syukurnya kepada Allah karena mendapatkan tiket menuju Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara, yang mana hal tersebut sebagai langkah awal Dinda menuju Pekan Olahraga Nasional 2020.

Baca Juga : Atlet Pencak Silat Asal Medan Bawa Pulang Medali Emas di PORWILSU

Tidak Melupakan Pendidikan

Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi keberlangsungan karir seseorang. Tidak lain halnya dengan Dinda, walaupun ia sudah menjadi atlet profesional dan banyak mengikuti pertandingan baik yang bertaraf nasional maupun internasional. Tidak membuat Dinda melupakan pendidikannya begitu saja.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini merupakan mahasiswi semester enam Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi. Ditengah-tengah kesibukannya berlatih untuk mengikuti pertandingan Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara, tidak membuat Dinda melupakan kewajibannya sebagai mahasiswi begitu saja.

Mengenal Silat Sejak SD

Ketika duduk di kelas lima sekolah dasar dengan seragam putih merahnya, Dinda ternyata memiliki ketertarikan tersendiri kepada dunia olahraga. Ia bahkan mengikuti semua ekstrakurikuler olahraga yang ada di sekolahnya; mulai dari renang, basket, hingga pencak silat.

Alasan utama Dinda menekuni bela diri karena ia merasa membutuhkan perlindungan untuk membela diri. Selain itu, ada banyak perempuan yang ditindas dan perasaan Dinda ingin menolong mereka selalu muncul. Tetapi untuk menolong, Dinda harus memiliki kemampuan terlebih dahulu.
Tidak ada niatan untuk Dinda agar bisa menjadi atlet silat. Ia hanya menekuninya setelah keasyikan dan nyaman dengan silat. Akhirnya ia memutuskan untuk melanjurkan karirnya di bidang olah raga silat.

Sempat Dilarang Oleh Ibu

Sebagai anak perempuan, ada banyak kekuatiran yang disuarakan oleh ibunya. Meskipun dibolehkan untuk belajar silat untuk membela diri, tetapi ibunya sempat menolak ketika Dinda mengukuhkan niatnya untuk berlanjut di dunia silat.

Namun Dinda tidak berhenti, ia malah semakin gigih berlatih silat. Kegigihan tersebut dilihat oleh ibunya. Hati ibunya mulai luluh ketika Dinda mendapatkan juara dari berbagai pertandingan yang ia ikuti, hingga akhirnya sang ibu memberikan jalan untuk Dinda menjadi pesilat.

Seorang Guru

Siapa sangka akibat kecintaannya terhadap pencak silat membuat ia bisa menjadi seorang guru honorer di salah satu sekolah kota Medan yaitu SMA 1 Muhammadiyah Medan.

Adinda Mawaddah Atlet Pencak Silat Asal Medan
Perempuan ini dipercaya pihak sekolah untuk menjadi pelatih di salah satu ektrakurikuler sekolah ini. Ia menjadi seorang pelatih pencak silat. Sekali mendayung dua tiga pulau terlewati seperti pribahasa ini selain kemampuan bela dirinya dipakai saat pertandingan dan menjaga diri, ternyata kemampuan ini juga bisa membuatnya menjadi seorang guru honorer di usianya yang masih muda. (Amalina Darayani)

Posting Komentar

 
Top