SiantarOnline24Jam - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menilai jika pemerintah akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), maka kebijakan itu harus menjadi solusi paling akhir.

"Golkar bukan tidak setuju BLT, tapi itu solusi terakhir. Karena (BLT) itu sifatnya jangka pendek," kata dia di sela-sela kunjungannya di Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin, 12 Maret 2012.

Solusi pertama dan utama menurut mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu ialah, pendidikan gratis selama 12 tahun, Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), dan pembangunan infrastruktur di pedesaan. Jika pemerintah tidak mampu menjamin tiga hal itu, Golkar tidak akan mendukung kenaikan harga BBM.

Meski begitu, diakuinya, tiga hal tersebut tidak bisa dijalankan dalam waktu singkat, karena butuh perencanaan yang matang. Demikian pula manfaatnya, tidak dapat segera dirasakan. Tetapi, hal tersebut harus dilakukan jika pemerintah tidak ingin makin menambah beban masyarakatnya.

"Ukuran masyarakat makmur itu satu: pendapatan bertambah, dan pengeluaran berkurang. Tiga program itu, bisa untuk menambah pendapatan dan sekaligus mengurangi pengeluaran," terang Aburizal.

Ia mengumpamakan harga BBM naik, tapi di saat yang sama biaya sekolah dan biaya berobat atau layanan kesehatan (melalui Jamkesmas) gratis, maka pengeluaran masyarakat akan berkurang. Ketika infrastruktur di perdesaan dibangun atau diperbaiki, maka ekonomi tumbuh dan berkembang. Pendapatan masyarakat pun bertambah.

"Itulah, Golkar mendukung kenaikan harga BBM (untuk penghematan anggaran) dengan satu syarat: beban masyarakat tidak makin berat," tegas mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia itu.

Posting Komentar

 
Top